Novel 9 Summers 10 Autumns oleh Iwan Setyawan

9 Summers 10 Autumns

Judul : 9 Summers 10 Autumns (From the City Apples to the Big Apple)
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (First published in October 2011)

It is an inspiring story of hope where the son of poor minibus driver in Batu, the City of Apples in East Java, went on to become a multinational company director in New York City.

Iwan was raised in a “little house” at the foot of Mount Panderman in Batu, East Java, along with four sisters and loving parents. His father worked as a minibus driver, while his mother was the glue that held everyone in the family together. In each other, they discovered strength through love and devotion; and together they managed to crawl out of poverty and create new lives for themselves. In 9 Summers 10 Autumns, Iwan recounts the first steps he had taken to change his own fate; while celebrating the “little gifts” in life that became, in the end, his saving grace.

Awalnya saya menonton film ini di kompas tv. Dan ceritanya sangat menyentuh, saya pun penasaran untuk membaca novelnya. Novel ini bercerita tentang seorang anak muda yang bernama Iwan. Ia berasal dari daerah Batu, Jawa Timur. Kisah Iwan ini sangat mengharukan. Semangatnya dalam meraih kesuksesan di cintanya pada keluarga.

Iwan adalah seorang anak supir angkot di Batu dengan kehidupannya yang sangat terbatas ia berusaha meraih kesuksesannya. Tekadnya yang kuat untuk mengubah nasib keluarganya dengan bekerja keras. Lulus SMA ia diterima di salah satu Perguruan Tinggi favorit yaitu IPB. Menjadi lulusan terbaik di IPB dengan Jurusan Statistika lalu bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Sampai akhirnya ia diterima di sebuah perusahaan multinasional dan pergi ke New York.

Dengan kesuksesan yang ia raih, ia tetap tidak melupakan cintanya pada keluarganya. sampai akhirnya setelah melewati 9 musim panas dan 10 musim gugur ia kembali ke Indonesia melepaskan semua untuk bertemu dengan keluarganya. Sungguh mengharukan, kisah-kisah yang ditulis dalam buku ini dan perjuangan Iwan sangat menyentuh sekali,

Buku ini sangat memotivasi anak-anak muda untuk berjuang dalam menggapai mimpi walaupun dengan segala keterbatasan yang ada. Sangat menginspirasi!

 

 

 

 

Iklan

Buku Faces & Places (A Traveller’s Notes) oleh Desi Anwar

Judul : Faces & Places (A Traveller’s Notes) – Edisi Bahasa Inggris

Penulis : Desi Anwar

Editor : Maria E. Sundah

Ilustrator : Rahma Adriani

Cover Design : Rahma Adriani & Suprianto

Layout : Fajarianto

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (First published in 2016)

“A globe-trotting journalist and a lifetime traveler, Desi Anwar has visited many places all over the world, met and interviewed international figures and notable individuals during her years as Indonesia’s top TV anchor and talk show host.

In Faces & Places, Desi has compiled some of her travel writings she produced in the last few years and initially published in her weekly column in the English language daily newspaper, The Jakarta Globe.

The articles consist of personal impressions, musings and verbal sketches captured as Desi tried to make sense and connect with her new surroundings, whether the snowy chill of the Arctic Circle, the marvel of Turkey, the romance of a Parisian street or the charm of the beaches in Belitung.

They also reflect on the  individuals she met. People such as His Holiness The Dalai Lama, the richest entrepreneur in the world Bill Gates, a Gibbon loving environmentalist, politicians and heads of states and many others.

Some of the interviews and travels featured in this book could also be watched on her show, Face 2 Face with Desi Anwar, available on YouTube.”

Buku Faces & Places menceritakan tempat-tempat dan orang-orang yang pernai ditemui Desi Anwar ketika melakukan perjalanan bisnisnya maupun pada saat liburan. Beberapa perjalanan bisnisnya yang ada di buku ini juga dapat kita saksikan di acara Face 2 Face with Desi Anwar. Banyak orang-orang terkenal yang ditemuinya pada saat melakukan perjalanan bisnisnya. Membaca buku ini membuat saya merasakan seperti ikut dalam perjalanan Desi Anwar. Semua catatannya ditulis dengan penggambaran yang detail dan apa yang betul-betul ia rasakan pada saat itu. Tidak hanya sekedar catatan perjalanan yang menceritakan tempat-tempat yang dikunjunginya, tetapi dengan membaca buku ini banyak beberapa pelajaran yang dapat kita ambil. Saya mengutip beberapa bab yang menurut saya paling menarik, walaupun menurut saya semuanya cukup menarik.

MEETING SANTA CLAUSES (Chapter 3)

(They say that Santa Claus lives in the North Pole, but his Post Office, where he receives letters from children all over the world, as well as visitors—that is, where he officially works—is in Lapland, which is in northern Finland. Needless to say, it gets pretty chilly up there.)

Saya pun baru mengetahui bahwa santa itu benar-benar ada. Mungkin pengetahuan saya yang sedikit kurang. Hahaahah (tertawa sendiri) -__-“

Salah satu pengetahuan yang saya dapat dari membaca buku Faces & Places ini adalah saya mengetahui bahwa Santa bahkan memiliki kantor yang berada di Nothern Finland. Sungguh menarik, disini Desi bertemu dan berbincang langsung dengan Santa.

“There he is, that familiar figure, sitting in his chair with his curly white beard all the way down covering his tummy, greeting me with wide open arms, a big ho, ho,ho.” (page 12)

Sangat menggambarkan Santa bukan!

GOING GREEN IN COPENHAGEN (Chapter 63)

“Copenhagen is one of the world’s most livable cities. Moreover, it forces one to be good. Such as making you go everywhere by bicycles and getting you to always sort and recycle your garbage.”

Ini adalah bab pada saat Desi di Copenhagen menghadiri Global Green Growth Forum. Di bab ini kita dapat berkaca dari sistem yang digunakan disana semua memudahkan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian. sangat mengagumkan dari catatan Desi ini kita diajak berjalan-jalan kesana dengan tidak hanya berjalan saja menikmati keindahan copenhagen tetapi juga diajak untuk merenung sejenak dan berpikir bisakah indonesia mengimplementasikan sistem yang di design seperti Copenhagen sehingga kebiasaan masyarakat juga dapat berubah?

The city, as are in other cities around Denmark, currently looks like a huge construction site as infrastructures are being put into place to change the way the system works so that it can function effectively as a city and yet remains green at all times, from public transportation, the building materials, the energy use, the water treatment and the household habits.

Come 2025, while cars are probably the preferred mode of transport  for people who can now only dream of owning one, bicycles will be preferred method for the Danes. Not because it’s pollution free and makes you healthy, but because it’s faster, cheaper and the most efficient way to get around.

Why? Because the entire system of governance is designed to make it so. And that’s how behavior is changed.

Menurut saya semua bab dalam buku ini benar-benar menarik. Kebetulan saya membeli yang versi bahasa inggris tetapi ada juga yang versi bahasa indonesianya. Dari harga tentu saja lebih murah yang berbahasa indonesia. Untuk buku yang berbahasa inggris ini saya beli di Gramedia.com seharga Rp. 168.000 dengan tebal hampir 400 halaman. Untuk yan menyukai buku travelling atau cerita perjalanan, buku ini sangat menarik untuk dibaca.  🙂

 

 

 

Tanya (Sajak oleh: MS Siregar)

WhatsApp Image 2018-03-18 at 8.01.31 PM

Dewi ratih

dengar debur menderu

jemput dari pengasingan jauh

 

dari simponi rindu

luruh satu satu

tujuh samudera terangkum

 

dewi ratih

jatuhkan jawaban tanya

ketika melangkah

kenapa tersendat

kendati tinggal setapak?

 

Sajak ini adalah sajak dari buku kumpulan sajak sendu oleh MS. Siregar.

Butuh waktu untuk memahami sajak-sajak didalam buku ini. Tapi saya sangat menyukai sajak-sajak didalam buku ini walaupun tidak semuanya dapat saya pahami. Seperti salah satu sajak yang saya kutip diatas, adalah salah satu sajak favorit saya. Menurut pemahaman saya mengenai sajak diatas adalah, si penulis menyampaikan rasa rindu nya pada dewi ratih yang merupakan keasihnya. Lama tak bertemu dan menciptakan rindu. Sampai saat bertemu luruhlah rindu itu. Tetapi semakin melangkah jauh semakin banyak tanya yang menciptakan ragu untuk melangkah maju. Menurut saya, sajak ini adalah tentang menunggu dan rindu, namun setelah sekian lama menunggu tetapi tak bisa melangkah maju. Cukup sedih saya membayangkannya.

Lalu apalah arti menunggu?? (T___T)

7 Karakter Teman yang Sering Kamu Temui di Kantor

Dunia kantor atau dunia kerja seperti halnya saat kuliah, kita selalu menemui berbagai macam karakter teman. Tidak seperti saat kuliah, kamu masih bisa berteman dengan karakter teman yang kamu anggap cocok denganmu untuk berteman. Atau biasanya kamu bisa membuat geng di kampus. Tetapi di dunia kerja atau di kantor kamu harus bisa berteman dengan berbagai macam karakter orang walaupun tak menutup kemungkinan juga ada teman yang ber-geng di kantor. Di dunia kerja kamu dituntut untuk tetap berhubungan dengan orang-orang dengan karakter yang tidak kamu sukai. Ada berbagai macam karakter yang pasti kamu temui di dunia kantor dan kamu harus kenali dengan baik karakter orang itu supaya kamu bisa membaur dengan mereka.

  1. Tukang gossip

Karakter seperti ini biasanya mudah bergaul dan banyak berbicara. Dia selalu mudah berteman dengan orang-orang baru. Kamu harus hati-hati kalau kamu adalah orang baru di kantor. Dan jangan terlalu banyak berbicara hal-hal yang rahasia apalagi mengeluh tentang pekerjaan atau boss kamu. Karena bisa saja dia akan menjadikan dirimu sebagai topik dalam gossip-nya.

  1. Pendiam

Dalam setiap lingkungan kamu pasti menemui orang-orang dengan karakter seperti ini. Kalo semua orang banyak berbicara mungkin tidak ada yang mendengarkan bukan begitu teman kreatif? Orang-orang dengan karakter pendiam ini tidak banyak berbicara seperti si tukang gossip. Mereka lebih suka mendengarkan. Untuk berbaur dengan karakter seperti ini, kamu harus membuka topik pembicaraan dan cari tau apa yang membuat mereka antusias. Karakter seperti ini akan mudah akrab denganmu jika kamu membicarakan topik yang sangat menarik perhatiannya.

  1. Bermuka dua

Karakter orang seperti ini memang yang paling menyebalkan diantara karakter lainnya. Kamu harus berhati-hati karena karakter seperti ini tidak mudah terlihat. Bisa saja teman yang terlihat baik tetapi dia sering mengadu ke boss-mu tentang kinerjamu. Apalagi jika kamu karyawan baru dan belum memiliki banayak pengalaman dalam bekerja.

  1. Suka menolong

Ini adalah karakter yang paling membuatmu merasa nyaman untuk bekerja di kantor. Karena teman dengan karakter seperti ini akan siap membantumu ketika menghadapi masalah pekerjaan. Karakter seperti ini mungkin jarang ditemui tetapi jika kamu bertemu dengan karakter ini jangan lupa untuk membantunya juga ya jika dia sedang kesulitan.

  1. Humoris dan menyenangkan

Karyawan dengan sifat seperti ini membuat suasana di kantor ataupun diruangan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Karakter seperti ini sangat mudah akrab dengan orang-orang sekitar karena candaannya. Kamu harus pandai membalasnya dengan candaan-candaan supaya dapat lebih akrab dengan karakter seperti ini.

  1. Tukang cari muka

Karakter seperti ini biasanya selalu ada di setiap kantor. karakter seperti ini selalu ingin terlihat paling unggul dan rajin didepan atasan. Intinya dia berusaha melakukan hal-hal yang terlihat baik untuk menarik perhatian atasan dan berusaha menjadi kesayangan si boss.

  1. Baperan

Karakter seperti ini sangat banyak. Mungkin didalam keenam karakter diatas karakter ini juga terselip diantaranya. Kamu harus pandai-pandai menyikapi dan berhati-hati dalam berkata-kata. Karena orang seperti ini akan mudah tersinggung dan bete dengan ucapanmu. Jadi jangan sampai candaanmu justru membuatnya marah. Atau mungkin justru kamu yang baper nih dengan candaan temanmu?

Itulah beberapa karakter-karakter teman yang dapat sering ditemui di kantor. Untuk teman kreatif yang belum menemukan kantor untuk bekerja , kamu dapat bergabung di creasi dan bisa mulai apply berbagai lowongan disana. Dan bagi kamu yang baru saja terjun di dunia kerja kamu harus pandai-pandai menyikapi dengan bijak berbagai karakter yang kamu temui. Jangan sampai kamu tidak nyaman dengan lingkungan kerja karena kamu tidak dapat beradaptasi dengan lingkunganmu di kantor.

Tips Agar Suasana Kerja Tidak Monoton

Bekerja rutin di kantor dari pagi sampai sore memang kadang terasa jenuh dan membosankan. Bagaimana tidak seorang karyawan yang kerjanya hanya duduk dan berkutat dengan komputer ataupun sebuah laptop ditambah dengan berkas-berkas yang menumpuk jika tidak segera diselesaikan. Di pagi hari biasanya kita masih bersemangat tetapi ketika selang 2 sampai 3 jam kita sudah merasa bosan dan mengantuk. Jika kita merasa bosan pastinya kita akan merasa malas untuk mengerjakan tugas-tugas kantor. Lalu bagaimana dengan nasib pekerjaan kita yang semakin menumpuk karna perasaan kita yang sedang jenuh yang bahkan membuat terkantuk-kantuk dan membuat pekerjaan menjadi terhambat? Sebenarnya perasaan jenuh bisa disebabkan berbagai faktor. Namun apapun alasannya, hal tersebut dapat menghambat dan membuat tidak maksimal hasil pekerjaan kita. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Berikut adalah tips-tips yang dapat dicoba agar tidak mudah merasa jenuh saat bekerja:

  1. Makan Snack atau Cemilan

Perut yang lapar karena tidak sarapan pagi dapat menggangu konsentrasi anda saat bekerja. Sebaiknya sebelum pergi ke kantor anda sarapan terlebih dahulu. Tetapi jika anda sudah terburu-buru anda bisa makan cemilan seperti snack atau roti-rotian yang dapat membuat perut anda sedikit terisi. Bekerja sambil mengemil juga data dilakukan untuk mengurangi perasaan bosan. Namun jangan lupa untuk tetap fokus dalam menyelesaikan pekerjaan.

  1. Minum Air Putih

setiap orang membutuhkan konsumsi cairan yang cukup. Karena tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami gejala seperti pusing, lemas, tidak bisa konsentrasi dan juga mengantuk. Untuk itu minum air putih secukupnya agar dapat tetap menjaga konsentrasi anda saat bekerja. Dan jangan berlebihan karena anda nanti akan repot jika harus bolak-balik pergi ke toilet.

  1. Buat Kopi

Minum kopi adapat membantu tubuh menjadi lebih semangat. Jika anda sudah mulai merasa lelah, minuman kafein seperti teh dan kopi dapat membantu anda kembali bersemangat. Namun untuk minuman kafein sebaiknya dikonsumsi di siang hari atau diatas jam 9 pagi. Karena di pagi hari hormon kortisol sedang tinggi-tingginya sehingga akan membuat kecanduan untuk mengkonsumsi lebih banyak lagi setiap harinya dan akibatnya kurang baik untuk kesehatan jantung anda.

  1. Rapihkan dan hias meja kerja dengan kreasi-kreasi yang kreatif

Merapihkan meja kerja yang berantakan dengan berkas-berkas, akan membuat mata lebih rileks sehingga tidak mudah lelah apalagi ditambah dengan hiasan-hiasan kreasi yang cantik di meja dapat menambah kenyamanan dalam bekerja.

  1. Berjalan-jalan sejenak

Berjalan sejenak dapat membuat tubuh lebih rileks. Karena terlalu lama duduk akan membuat badan terasa pegal dan kaku sehingga orang yang terlalu lama duduk akan merasa bosan dan mengantuk.

  1. Mengobrol dengan teman

Cobalah mengerjakan pekerjaan sambil mengobrol dengan teman di sebelah anda. Dengan begitu anda tidak merasa sepi sehingga tidak mudah jenuh. Bukalah dengan topik yang menyenangkan yang dapat membuat suasana hati lebih ceria. Anda bisa juga membahas masalah pekerjaan yang anda rasa sulit untuk anda selesaikan. Hal tersebut dapat membantu mengurangi beban stress anda dengan membaginya kepada teman anda.

Sebenarnya anda dapat memikirkan sendiri apa yang dapat anda lakukan untuk membuat diri anda merasa nyaman. Intinya, agar tidak mudah merasa bosan anda harus membuat suasana seperti apa yang anda sukai yang akan membuat rasa nyaman saat bekerja. Karena kunci kenyamanan sebenarnya ada pada diri anda sendiri. Demikian beberapa tips-tips yang dapat saya paparkan dan mungkin dapat anda coba sebagai referensi untuk mengatasi kejenuhan saat bekerja. Semoga bermanfaat untuk anda semua.

Bidy Si Penakut (Cerpen oleh : Puspa Dwi Marlita Harahap)

Cerpen ini adalah tulisan saya sendiri sewaktu SD kelas 6 dan tulisannya pun masih berantakan walaupun sekarang juga masih berantakan.  hahaha

Selamat Membaca.. 😀

 

Suasananya gelap sekali. Ada sesosok tangan yang ingin mencengkram tubuh ini. Apa itu? Bidy sangat ketakutan.

“Toloong….!!!” Bidy berteriak dan langsung terbangun.

“Untung saja hanya mimpi.” Katanya sambil mengusap keringatnya.

“Ada apa teriak ibunya dari dapur.

“Tidak apa-apa bu.”

Bidy langsung keluar dari kamarnya menuju ke kamar mandi. Iia melihat sekeliling kamar mandi. “Semoga tidak ada hantu.” Pikirnya. Ia mandi dengan terburu-buru. Kemudian setelah ia mandi ia segera turun ke bawah untuk sarapan pagi dan berangkat ke sekolah. Ia berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki karena sekolahnya tidak jauh dari rumahnya. Ketika pelajaran dimulai, gurunya menyuruh Bidy untuk mengambil patung yang ada di ruang biologi untuk dibawa ke kelasnya. Bidy langsung diam. Ia sangat takut jika disuruh mengambil patung yang ada di ruang biologi karena patungnya seram. Karena malu jika ia takut dengan patung itu, akhirnya ia memberanikan  diri untuk mengambil patung itu sendirian. Bidy berjalan sambil menunduk. Ia sangat ketakutan. Tiba-tiba ia seperti mendengar suara kaki yang sedang melangkah. Ia tidak berani menoleh karena ia takut jika melihat sesosok yang menyeramkan. Setelah sampai di ruang biologi ia langsung menutup pintu ruangan itu dan bersembunyi di samping lemari. Suara langkah kaki itu makkin kecil tiba-tiba terdengar suara sseorang membuka pintu. Bidy langsung ketakutan dan ia langsung menutup wajah dengan tangannya.

“Bidy kamu ngapain?” Tanya Bona.

Bidy langsung membuka matanya dilihatnya Bona temannya berdiri memandangnya heran.

“Hhh…, aku kira hantu.” Ujar Bidy dengan suara pelan.

Ia sangat malu karena karena ia kira ada hantu yang menakutinya.

“Kamu ngapain disini?” ujar Bona.

“Enggak siapa yang takut, aku Cuma kaget.” Ujar Bidy dengan sangat sok berani.

“Ah bohong, tenang saja aku gak akan bilang ke yang lain kok.” Kata Bona.

Bidy diam.

“Lebih baik kita bawa saja patung ini ke pak guru.” Jelasnya singkat.

Kemudian mereka berdua mengangkat patung menuju ke kelas. Bidy adalah anak yang sangat penakut. Ia tidak takut dengan serangga, tetapi ia paling takut dengan dengan hantu. Setiap pergi ke kamar mandi ia selalu melihat sekeliling dalam kamar mandi. Ia takut jika ada hantu yang mengagetkannya dari langit-langit kamar mandi. Kadang ia juga suka takut ketika membuka lemari pakaiannya. Karena ia takut ada hantu di dalam lemarinya. Akhirnya ibunya membelikannya laci besar untuk menyimpan pakaiannya. Ketika berjalan menuju sekolah ia juga selalu terburu-buru karena takut ada hantu yang mengikutinya dari belakang. Kalau tidur pun ia tidak mau menghadap ke jendela. Karena ia takut ada hantu yang mengintip atau masuk dari jendela kamarnya. Bahkan ketika tengah malam terbangun untuk untuk ke kamar mandi ia selalu membangunkan kakaknya terlebih dahulu,meminta untuk menemaninya ke kamar mandi.

Akhirnya bel berbunyi, menandakan bahwa jam pelajaran selesai dan semua murid-murid pun pulang ke rumah masing-masing, kecuali Bidy. Ia dipanggil gurunya pak Hadri untuk menghadap ke ruang guru. Ia dinasehati gurunya , karena nilai-nilainya kurang bagus.

“Kenapa nilaimu jelek terus Bidy? Kamu harus lebih rajin belajar, ya!” kata pak guru.

“Baik pak, saya akan berusahalebih giat belajar supaya nilai saya lebih baik.” Ujarnya.

“Ya sudah kamu boleh pulang sekarang dan jangan lupa kerjakan PR mu.” Ujar pak guru.

“Pak, bapak mau pulang jam berapa?” Tanya Bidy.

“Bapakpulang jam 5 nanti. Memangnya kenapa?” Tanya pak guru.

“Tidak apa-apa.” Ujar Bidy.

Bidy berjalan dengan terburu-buru. Ia takut untuk turun ke bawah sendirian. Akhirnya ia memberanikan diri untuk turun ke bawah sendirian. Dan ia berjalan sangat cepat. Setelah keluar dari dalam gedung sekolah dan berjalan untuk pulang ke rumah, temannya menyapa untuk ikut pulang bersamanya dengan mobil. Bidy pun mau karena takut jika harus pulang sendiriian. Bidy diantarkan sampai depan rumahnya. Sesampai di rumah ia langsung mengganti bajunya, mencuci tangan dan kaki dan memakan kue yang telah disediakan oleh ibunya di meja. Lalu ibunya datang dan duduk di sebelah Bidy.

“Bidy kenapa kamu masih harus diantar kakak ke kamar mandi? Kamu kan sudah besar, umurmu sudah 12 tahun dan kamu bukan anak umur tujuh tahun lagi. Umur 12 tahun seharusnya kamu sudah berani ke kamar mandi sendiri. Kamu harus belajar untuk tidak takut lagi.” Ujar ibunya menasehati Bidy. Namun Bidy hanya diam saja.

Keesokan harinya, seperti biasa Bidy selalu  terburu-buru. Sesampainya di kelas, ia langsung duduk sambil menunggu bel masuk berbunyi. Sementara temannya berbisik-bisik membahas tentang Bidy. Mereka mengetahui bahwa Bidy sangat takut dengan hantu. Mereka berencana menakut-nakuti Bidy setelah pulang sekolah.

“Bidy nanti pulang sekolah kamu datang ke gudang ya? Kita disuruh pak guru membersihkan gudang.” Ujar Bona.

Bidy mengangguk. Ia langsung percaya pada temannya padahal teman-temannya bermaksud untuk menakut-nakuti Bidy. Ketika istirahat di kelas, teman-temannya ramai membicarakan isu hantu sekolah, mereka membicarakan hantu-hantu yang ada di sekolah. Salah satunya yang pernah dilihat anak-anak adalah di dapur, di guddang, di ruang biologi, dii ruang makan, di halaman belakang dan di ruang ganti baju untuk olahraga. Sementara itu Bidy ketakutan sambil mendengarkan anak-ank menceritakan tentang hantu sekolah. Tetapi ia merasa tenang karena ia membersihkan gudang beramai-ramai dengan teman-temannya.setelah jam pelajaran selesai semua teman-temannya turun, tetapi Bidy masih membereskan buku. Bidy sangat terburu-buru karena takut jika sendirian di kelas.ketika turun ke bawahia menuju ke gudang tetapi teman-temannya tidak ada. Akhirnya ia pulang karena ia tidak mau membersihkan gudang sendirian.

Keesokan paginya, seperti biasa Bidy terburu-buru dan langsung berangkat ke sekolah. Sesampainy di kelas, ia tidak melihat satu anak pun ada di dalam kelas. Ia terkejut kenapa belum ada satu anak pun ada di dalam kelas.padahal anak-anak kelas lain sudah banyak yang datang. Akhirnya ia masuk ke dalam kelas dan membuka pintu kelasnya agar tidak sepi.karena di luar ramai dan banyak anak-anak. Tetapi ketika Bidy sedang menunggu di dalam kelas, pintu teertutup sendiri dengan sangat kencang.kemudian ia membuka pintunya lagi karena ia pikir itu hanya angin. Padahal pintu itu tertutup karena salah satu temannya yang menutup pintu dari luar supaya Bidy ketakutan. Sayangnya, ketika mereka ingin melanjutkan rencana untuk menakuti Bidy lagi, rencana itu terpaksa terhenti karena bel masuk yang berbunyi. Akhirnya mereka masuk ke kelas dengan beramai-ramai. Dan Bidy berpikir bahwa hal-hal aneh yang dialaminya mungkin adalah teman-temannya yang ingin menakut-nakuti dia. Dan ia bertekad untuk mencoba menjadi anak yang pemberani. Dan ketika teman-temannya menakut-nakuti ia lagi ia sudah tidak takut lagi.dan nilai-nilainya pun meningkat karena ia sudah tidak memikirkan hal-hal yang menakutkan lagi.

Hari ini ia berangkat seperti biasa, dan satu kejutan khusus, ia berjalan dengan santai tanpa merasa ketakutan atau merasa ada yang mengikutinya. Sebenarnya kejadian jahil teman-temannya itu membawa hikmah dan manfaat bagi dirinya sendiri.tekadnya ternyata terwujud untuk belajar menjadi seseorang yang pemberani. Ketika pelajaran dimulaipak Didi wali kelasnya, mengumumkan sesuatu. Ternyata sekolah akan mengadakan acara berkemah di Bogor. Semua murid gembira sekali mendengar pengumuman itu. Mereka berteriak kegirangan sembari meloncat-loncat,juga ada yang memukul-mukul meja. Pak Didi sampai pusing menenangkan murid-muridnya yang berjumlah empat puluh lebih itu. Sedangkan pak Didi bukanlah guru yang galak dan pemarah terhadap murid-muridnya. Berbeda dengan anak-anak lain, Bidy terlihat kebingungan dan gelisah. Ia tidak tahu apakah ibunya mengizinkannyapergi atau tidak. Kalau ayahnya sudah pasti menyuruhnya mengambil keputusan sendiri. Tetapi ibunya, ibunya adalah seseorang yang mudah khawatir, mudah panik dan mudah takut pada suatu hal. Mungkin sifat ibunya menurun sedikit pada anaknya yang juga penakut.

Keesokan harinya Bidy berbicara pada ibunya. Spontan ibunya melarangnya untuk tidak ikut. Sedangkan ayahnya, sedang duduk di meja makan menunggu siapnya makanan sambil membaca Koran, berkata sangat bijak kepada ibunya.

“Biarlah Bidy mengambil keputusannya sendiri, bu. Bidy sudah 12 tahun. Ia perlu belajar mandiri, toh banyak guru yang ikut kan?”

Ayahnya memandangnya. Bidy mengangguk. Ibunya berpikir sejenak. Mungkin ada benarnya juga. Bagaimana kata tetangga nanti kalau anaknya tidak bisa mandiri karena ada di rumah sedangkan teman-temannya bersenang-senang di perkemahan. Dengan perasaan tidak ikhlas, setuju-tidak setuju , sedikit khawatir, ibunya mengucapkan kata “ya.” Sebelum Bidy loncat kegirangan ibunya langsung berkata,

“tapi dengan beberapa syarat.”

“Syarat apa?” Tanya Bidy bingung.

“Selama kamu disana kamu harus telepon minimal  3 kali sehari, jangan jalan sendirian, jangan main yang membahayakan diri kamu.”

“iya, bu!” katanya sedikit kesal.

Ibunya terdiam.

“ya sudahlah.” Jawab ibunya pasrah.

Karena waktunya tinggal 3 hari lagi Bidy mulai bersiap-siap membawa barang-barang yang ia butuhkan. Setelah hari itu tiba, Bidy suddah siap dengan membawa tasnya yang berat.ibunya hanya memasang muka sedih karena belum ikhlas melepas kepergian anaknya. Perasaan kekhawatirannya begitu keterlaluan. Busnya akan berangkat setengah jam lagi. Setelah berpamit kepada kedua orang tuanya, iia berjalan kaki menuju sekolahnya. Sesampainya disana banyak anak-anak yang sudah tiba di tempat bahkan menampati tempat duduknya masing-masing di bus. Ia terkejut karena ternyata ia duduk dengan Bona temannya yang mennyebalkan. Dengan perasaan pasrah ia duduk. Bona tersenyum-senyum sendiri melihat keadaan Bidy yang banyak membawa barang-barang. Bidy hanya memalingkan muka malas.

Bogor dekat dengan Jakarta, jadi hanya sekita se-jam perjalanan kesana. Sesampainya disana, murid-murid turun dan berjalan menuju perkemahan.di tempat kemah mereka mendirikan tenda bersama kelompoknya masing-masing. Kebetulan Bidy sekelompok, lebih tepatnya satu tenda bersama Bona. Menyebalkan sekali! Pikirnya.

Besoknya, ia dan kelompoknya bertugas mengambil air dari mata air pegununngan yang tidak jauh dari tempat perkemahan. Tetapi Bidy merasa barangnya ada yang tertinggal.

“Teman-teman, handphone ku ketinggalan di atas batu tadi. Aku ambil dulu ya!”

“Ya udah. Kita tunggu disini ya!”

Bidy mengangguk. Bidy lalu berbalik untuk mengambil handphone-nya. Sampai disana ternyata handphone-nya masih ada. Ia mengambilnya dan berballik untuk kembali bergabung dengan temannya. Saat ia berbalik, ia terkejut ada anak perempuan berdiri di hadapannya.

“Hai!” anak perempuan itu menyapanya.

“Kamu siapa?” tanyanya tenang.

“Aku hanya ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja.

“Memangnya kenapa?” Tanya Bidy.

Tetapi anak itu hanya diam saja. Sementara itu temannya yang menunggu dia mengambil hanphone merasa cemas karena Bidy sejak tadi belum kembali. Akhirnya temannya, Bona menyusulnya dan ketika sampai, ia melihat ada anak pperempuan di hadapan Bidy. Tetapi ketika Bona memanggil Bidy, anak perempuan itu langsung menghilang. Kemudian mereka kembali ke tempat perkemahan.dan setelah melihat kejadian itu, di tempat perkemahan pun Bidy serin berbicara sendiri. Akhirnya tiba saatnya semua murid-murid untuk pulang. Selama di perjalanan Bona hanya diam saja. Tampaknya ia masih bingung tentang apa yang ia lihat waktu itu dan keanehan yang terjadi pada Bidy. Dalam hatinya ia bertanya apakah Bidy memiliki pengelihatan khusus. Tapi, tapi bukankah dia dulu adalah orang  yang penakut? Bona masih memikirkannya. Sampai di rumah pun ia masih memikirkan hal itu. Ia juga berpikir jangan-jangan anak itu selalu menjaga Bidy dan sewaktu mereka menjahili Bidy, meereka selalu gagal. Bona menjadi ketakutan sendiri.

***